Desa di Kecamatan Makarti Jaya Banyak Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh Total

BANYUASIN– Banjir melanda sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Genangan air dengan ketinggian mencapai 30 hingga 60 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 1 meter, telah melumpuhkan total aktivitas warga, khususnya Desa di Kecamatan Makarti Jaya yang banyak tergenang air.

Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin, bencana banjir ini berdampak pada belasan desa dan kelurahan yang tersebar di berbagai kecamatan. Kecamatan Makarti Jaya menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Setidaknya lima wilayah di kecamatan ini terendam, meliputi Desa Tanjung Mas, Desa Muara Baru, Desa Upang Mulia Parit 18, Desa Upang Mulia Parit 19, dan Dusun III Desa Upang Makmur.

Selain Makarti Jaya, BPBD mencatat sejumlah lokasi lain yang turut terdampak banjir, antara lain:

– **Kecamatan Banyuasin**: Dusun III dan Dusun IV Desa Merah Mata.

– **Kecamatan Rantau Bayur**: Desa Sejagung.

– **Kecamatan Tanjung Lago**: Desa Tanjung Lago.

– **Kecamatan Selat Penuguan**: Dusun 4 Desa Penuguan.

– **Kecamatan Sumber Marga Telang**: Desa Karang Anyar dan Desa Terusan Muara.

– **Kecamatan Air Saleh**: Desa Saleh Agung dan Desa Bintaran.

– **Kecamatan Muara Padang**: Desa Margo Sugihan.

– **Kecamatan Banyuasin III**: Kelurahan Seterio.

– **Kecamatan Talang Kelapa**: Kelurahan Sukajadi.

– **Kecamatan Muara Sugihan**: Desa Argo Mulyo.

Ketinggian air yang mencapai hingga 1 meter di beberapa titik terparah menyebabkan aktivitas warga lumpuh total. Jalur transportasi darat terputus, menyulitkan mobilitas warga untuk beraktivitas, bekerja, maupun mengakses fasilitas pendidikan. Sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau beraktivitas di lantai dua rumah mereka sambil menunggu air surut.

“Kami mencatat ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter di sebagian besar wilayah, namun ada titik-titik tertentu yang genangannya mencapai 1 meter. Kondisi ini jelas melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga,” ujar Kalaksa BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana melalui Budiyanto Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banyuasin. Kamis (12/2/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tagana, PMI, serta perangkat desa setempat terus melakukan pemantauan intensif. Distribusi bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan juga telah mulai disalurkan ke posko-posko pengungsian di desa-desa terdampak.

Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui BPBD mengimbau kepada seluruh warga di daerah rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama jika curah hujan tinggi terus terjadi. Warga juga dihimbau untuk mengikuti arahan dari petugas lapangan dan menjaga kesehatan keluarga di tengah kondisi pascabanjir.

Penyebab utama banjir diduga akibat luapan aliran sungai yang tidak mampu menampung volume air, diperparah oleh kondisi pasang air laut yang menghambat proses drainase alami di wilayah pesisir dan dataran rendah Kabupaten Banyuasin. Tim teknis saat ini tengah mengkaji langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

*(Tim Redaksi Berita Desa Banyuasin)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *